Wednesday, January 27, 2016

DKI Siap Bangun 8 Tower Rusun di Cilincing.


Basuki Bangun Rusun 8 Tower di Cilincing

www.beritajakarta.com
REPORTER : ERNA MARTIYANTI
EDITOR : BUDHI FIRMANSYAH SURAPATI
RABU, 27 JANUARI 2016 

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku telah membebaskan lahan hingga dua hektare di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Rencananya, lahan tersebut akan dibangun rumah susun (rusun) sebanyak 8 tower.
" Saya bisa dapat tanah hampir dua hektare lebih di situ (Cilincing). Di situ saya akan bangun delapan tower rumah susun"
"Saya bisa dapat tanah hampir dua hektare lebih di situ (Cilincing). Di situ saya akan bangun delapan tower rumah susun," kata Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (27/1).
Pembangunan rusun rencananya dimulai tahun 2016 dan rampung pada 2017. Nantinya, pembangunan akan menggunakan anggaran tahun jamak atau multi years. "Tahun ini mulai kerja dan saya harap 2017 akhir selesai," ujarnya.
Menurut basuki, rusun tersebut akan difokuskan untuk warga yang berada di sisi kanan Waduk Pluit. Sebab, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memulai pembangunan tanggul di lokasi tersebut.
"Rusun untuk pindahin lagi orang sisi kanan Waduk Pluit. Jadi kami bikin tanggul dan reklamasi juga," ujarnya.
Pembangunan tanggul pun saat ini sudah memasuki tahap lelang dan segera dilakukan groundbreaking. Saat peletakan batu pertama, Basuki akan mengundang Presiden, Joko Widodo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono.
"Kami sudah lelang, dan segera groundbreaking. Lagi minta waktu presiden dan Menteri PU-Pera untuk sama-sama groundbreaking," tandasnya.
"BERSAMA  BINCANG  BISNIS"
TEMPAT KUMPULNYA
PEBISNIS KECIL, PEBISNIS MULA,
MITRA BISNIS, CALON PEBISNIS,
UNTUK BEKERJA SAMA :
PILIHLAH BISNIS YANG DISUKAI.
BERBINCANG SETIAP HARI SABTU.
“KEDAI TEH 618”
COKLAT DAN KOPI JUGA ADA LHO.
RUKAN MUTIARA TAMAN PALEM C6 / 18.
CENGKARENG, JAKARTA 11730.
TELPON : 021 5435 8060.




Basuki Dorong BUMD Go Public.


Saham Publik PJA Akan Diperbanyak

www.beritajakarta.com
REPORTER : ERNA MARTIYANTI
EDITOR : BUDHI FIRMANSYAH SURAPATI
SELASA, 26 JANUARI 2016

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menginginkan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta untuk go public. Basuki juga berniat meningkatkan saham publik di PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA) Tbk.
" Misalnya kayak Ancol kan sudah go public. Tapi saham yang go public hanya 9 persen lebih"
Dikatakan Basuki, mengenai komposisi saham, saat ini saham Pemprov DKI Jakarta di PT PJA Tbk yakni sebanyak 72 persen. Kemudian saham milik publik lebih dari 9 persen dan sisanya dimiliki oleh PT PJA Tbk. 
"Misalnya kayak Ancol kan sudah go public. Tapi saham yang go public hanya 9 persen lebih, kenapa nggak ditambah, sehingga keputusan di rapat direksi bisa lebih profesional," ujar Basuki Selasa (26/1).
BUMD lain yang juga diharapkan bisa go public yakni Bank DKI, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), dan PT Food Station Tjipinang. Selain peningkatan profesionalitas, dengan go public, Basuki berharap perusahaan lebih transparan.
Sedangkan untuk PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, Basuki mengaku belum akan go public. Saat ini PT MRT Jakarta masih dalam tahap pembangunan dan belum menguntungkan.
"Kalau MRT kan belum hasil. Sayang kalau go public sekarang," tandasnya.
"BERSAMA  BINCANG  BISNIS"
TEMPAT KUMPULNYA
PEBISNIS KECIL, PEBISNIS MULA,
MITRA BISNIS, CALON PEBISNIS,
UNTUK BEKERJA SAMA :
PILIHLAH BISNIS YANG DISUKAI.
BERBINCANG SETIAP HARI SABTU.
“KEDAI TEH 618”
COKLAT DAN KOPI JUGA ADA LHO.
RUKAN MUTIARA TAMAN PALEM C6 / 18.
CENGKARENG, JAKARTA 11730.
TELPON : 021 5435 8060.

Tuesday, January 5, 2016

Selain Rel Kereta, Papua Juga Bakal Segera Punya 7 Bandara Baru.


[ilustrasi]

indonesiatimur.co

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan berencana untuk membangun empat bandar udara baru di Papua. Pembangunan keempat bandara tersebut sudah mulai saat ini dan diharapkan sudah bisa beroperasi pada 2017 mendatang.
“Keempat bandara tersebut adalah Werur, Temberau, Segun, dan Nabire Baru,” kata Direktur Bandar Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso, seperti dilansir Tempo, (04/01).
Dengan begitu, maka kemudian Papua nantinya akan memiliki tujuh bandara baru setelah pemerintah membangun tiga bandara pada tahun ini.
“Bandara di Papua ini prioritas karena di sana sulit pembangunan jalan,” ucapnya.
Menurutnya, daerah Papua terdiri atas banyak pegunungan sehingga moda transportasi yang dapat menjangkau berbagai pelosok wilayah adalah melalui udara.
“Pemerintah menambah jumlah bandara setiap tahun agar daerah terpencil dapat terlayani oleh pesawat perintis. Saat ini jumlah bandara di Indonesia mencapai 54 unit,” jelasnya.
Saat ini, kata Agus, pembangunan keempat bandar udara tersebut sedang dalam persiapan konstruksi, yakni proses pengerjaan tanah, seperti perataan (cutting).
“Saya harap pada Oktober 2017, keempat bandara tersebut dapat beroperasi,” ungkapnya.
Adapun besaran dana investasi keempat bandara tersebut, kata Agus, diperkirakan masing-masing Rp 400 miliar.
“Pembiayaan bandara tersebut menggunakan dana APBN dengan skema tahun jamak,” ungkapnya.