Friday, April 22, 2016

Bertemu PM Rutte, Jokowi Undang Belanda Investasi di Bidang Maritim.


Bertemu PM Rutte, Jokowi Undang Belanda Investasi di Bidang Maritim


Muhammad Iqbal - detikfinance
Jumat, 22/04/2016.

Den Haag -Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Mark Rutte di kediaman PM Rutte di Belanda. Dalam pembicaraan itu, Presiden Jokowi mengharapkan investasi Belanda di Indonesia salah satunya bidang maritim.

Pertemuan digelar di kediaman PM Rutte di Catshuis, Den Haag Belanda, Jumat (21/4/2016). Pertemuan berlangsung tertutup, namun Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana menyebut pertemuan membicarakan beberapa hal.

Mula-mula Jokowi berbicara empat mata dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, lalu dilanjutkan dengan pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dan Kerajaan Belanda. 

"Saya sangat bahagia karena dapat membalas kunjungan PM Rutte pada tahun 2013, saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Ini adalah kunjungan Seorang Presiden Indonesia dalam 16 tahun terakhir," kata Jokowi.

Turut mendampingi Jokowi, Menlu Retno Marsudi, Mendag Thomas Lembong, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Seskab Pramono Anung, Kepala BKPM Franky Sibarani, Duta Besar RI untuk Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja serta lainnya.

Jokowi berharap kunjungan ini dapat meningkatkan hubungan bilateral RI dan Belanda. Namun Jokowi menyampaikan sulit untuk memilih prioritas kerja sama karena hubungan RI dan Belanda sangat intensif hampir di semua sektor.

"Namun, pada kesempatan ini, saya ingin memfokuskan pada tiga prioritas yaitu pengelolaan air, maritim, serta perdagangan dan investasi," lanjut Jokowi.

Dalam pengelolaan air, Jokowi menyatakan kegembiraan dengan telah berlangsungnya proyek-proyek infrastruktur, terutama yang terkait dengan water supply dan sanitasi, water for food dan ekosistem, water governance, dan water safety

Menurut Jokowi, Indonesia tengah menghadapi tantangan untuk menanggulangi banjir, mengatasi abrasi pantai, dan ketersediaan air bersih. Jokowi berharap kerjasama pengelolaan air dapat difokuskan untuk mengatasi tiga tantangan tersebut, terutama dalam bidang transfer keahlian dan teknologi.

"Saya apresiasi pembaruan MoU kerja sama air pada tahun 2015 untuk lima tahun ke depan," lanjut Jokowi.

Presiden juga mengapresiasi kerjasama Belanda dalam Jakarta Coastal Development Strategy (JCDS) dan kerja sama proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang sedang berlangsung saat ini. 

"Termasuk dukungan Belanda dalam penyusunan Master Plan NCICD", ucap Presiden. 

Dalam bidang maritim, Presiden mengapresiasi minat Belanda untuk mendukung Indonesia mewujudkan visi poros maritim. Visi tersebut diwujudkan dengan pengembangan maritime cluster, baik perikanan, pembangunan kapal laut, infrastruktur, dan sumber daya laut. 

Selain itu juga peningkatan kapasitas SDM melalui program vocational training bagi pelajar dan mahasiswa sekolah maritim di Indonesia. Hal lain yang tak kalah penting adalah pengembangan peta jangka panjang pembangunan maritim Indonesia.

"Saya undang perusahaan-perusahaan bidang maritim di Belanda untuk terlibat dalam pembangunan deep seaports di wilayah Indonesia Timur," kata Jokowi.

Partisipasi perusahaan-perusahaan Belanda dalam proyek-proyek infrastruktur maritim di Indonesia seperti pembangunan deep seaport Kuala Tanjung dan Pelabuhan Tanjung Priok, sangat dihargai oleh Indonesia.

Kemudian dalam bidang perdagangan dan investasi Jokowi menyatakan Belanda merupakan salah satu mitra utama Indonesia untuk perdagangan dan investasi di Eropa. Sayangnya, nilai perdagangan bilateral menunjukkan penurunan. 

Pada tahun 2014, nilai perdagangan mencapai US$ 4,89 miliar, sementara 2015 nilai perdangangan sebesar US$ 4,22 miliar. Untuk investasi Belanda ke Indonesia, juga tercatat penurunan. Tahun 2015 sebesar US$ 1,31 miliar sedangkan di tahun 2014 US$ 1,73 miliar. 

Menanggapi hal tersebut, Presiden menyampaikan bahwa untuk menunjang ekonomi Indonesia yang tebuka dan kompetitif, pemerintah telah menerbitkan 11 paket deregulasi dan economic reform, layanan cepat pemberian izin investasi di kawasan industri dalam waktu 3 jam, layanan cepat One Stop Service di BKPM dan pembaruan Daftar Negatif Investasi.

"Saya undang Belanda untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek infrastruktur maritim di Indonesia, yaitu Deep seaport Sorong dan Deep seaport Makassar," terang Jokowi.

Di akhir pertemuan ini, Presiden dan PM Rutte menyaksikan penandatangan MoU. Indonesia diwakili oleh Menlu Retno Marsusi. Adapun MoU yang ditandatangani antara lain MoU di bidang pendidikan tinggi dan ilmu pengetahuan serta MoU di bidang kerjasama maritim.

(miq/ang) 






Monday, April 18, 2016

651 Bus Transjakarta Baru Diluncurkan.


651 Bus Transjakarta Baru Diluncurkan

www.beritajakarta.com
REPORTER : NURITO | EDITOR : RIO SANDIPUTRA
SENIN, 18 APRIL 2016

http://manajemensatupintu.simplesite.com/426997155

Sebanyak 651 unit bus Transjakarta diluncurkan oleh PT Transjakarta, Senin (18/4). Bus tersebut terdiri dari 600 bus single dan 51 bus articulatedatau gandeng.
" Semua armada yang dioperasikan sudah lulus uji kir. Ke depan akan ada penambahan armada baru lagi dari PPD 600 armada dan Mayasari Bakti 50 armada dari Scania"
Peluncuran bus ini dilakukan oleh Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah, Dirut PT Transjakarta Budi Kaliwono dan Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Risyapudin.
Andri Yansyah mengatakan, peluncuran 651 bus Transjakarta ini sebagai tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi dengan jajaran Polda Metro Jaya, Bina Marga dan unit terkait lainnya. Ini langkah yang diambil setelah penghapusan three in one, dimana harus ada peningkatan transportasi massal. Hari ini langsung diluncurkan penambahan armada baru agar masyarakat beralih ke moda transportasi massal.
"Penambahan armada ini diharapkan masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi massal. Makanya kami komitmen dengan meluncurkan armada tambahan baru lagi," kata Andri Yansyah.
Dirut PT Transjakarta, Budi Kaliwono menambahkan, 651 armada baru ini menyebar di 17 rute baru. Baik rute langsung maupun rute feeder dari stasiun KRL. Hingga saat ini bus Transjakarta yang beroperasi melayani masyarakat sekitar 788 armada.
"Semua armada yang dioperasikan sudah lulus uji kir. Ke depan akan ada penambahan armada baru lagi dari PPD 600 armada dan Mayasari Bakti 50 armada dari Scania," kata Budi.
Budi menyebutkan, dengan adanya penambahan armada baru maka jumlah bus yang beroperasi di koridor 1 sebanyak 247 armada. Terdiri dari 122 bus single dan 25 articulated. Armada ini diyakini cukup untuk mengangkut penumpang di koridor 1 (Blok M-Kota) dengan hadeway sekitar 30 detik per kendaraan.












Thursday, April 14, 2016

Solusi Ahok Bagi Nelayan dan Peternak Kerang Hijau yang Tergusur Reklamasi.


Solusi Ahok Bagi Nelayan dan Peternak Kerang Hijau yang Tergusur Reklamasi

Danu Damarjati - detikNews
Kamis 14 Apr 2016.

Jakarta - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjawab kritikan soal proyek reklamasi, terutama yang berimbas pada berkurangnya ikan untuk nelayan dan peternak kerang hijau yang tergusur. Apa solusinya?

Saat ditanya soal nasib nelayan, Ahok menegaskan bahwa di kawasan Teluk Jakarta sudah tidak banyak ikan yang bisa dijaring. Bahkan hal ini sudah terjadi sebelum ada reklamasi.

"Mana ada ikan di Teluk Jakarta, kamu kira teluk di Belitung? Kamu tanya, mana ada. Sekarang kalau dari dulu Teluk Jakarta ada ikan, sekarang oke, ada yang belum direklamasi di Marunda, kamu bisa cari ikan enggak di situ?" kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (14/4/2016).

Soal peternak karang hijau, Ahok pun memberikan penjelasan bahwa kerang hijau di Teluk Jakarta sudah masuk dalam ambang batas berbahaya. Kadar logam beratnya di atas 15 persen, sehingga tidak layak dikonsumsi. 

"Sebetulnya tuh kerang hijau kalau bukan karena masyarakat udah saya tutup, sekarang mana ahli lingkungan hidup, sekarang kamu periksa kerang hijau di situ, boleh dikonsumsi enggak sebetulnya? Seluruh kerang hijau enggak boleh dikonsumsi," cetusnya.

Lalu, apa solusi dari Ahok terhadap para nelayan dan peternak kerang hijau? Dia mengatakan akan membangun apartemen (rumah susun) di Pulau Seribu, lalu membuat tambak kerapu, bukan kerang hijau. Di sana, para nelayan dan peternak akan diberi rumah, tambak, kapal, dan harga bahan pokok yang dijamin sama dengan Jakarta.

"Yang Pulau Seribu itu kita uji coba budidaya kerapu. Kemarin udah ada hasil 150 kilo," imbuhnya.

"Saya mau bangun apartemen di Pulau Seribu, nelayan tinggal di situ, tambak saya kasih, kapal saya kasih, naik kapal naik bus tidak bayar ke Jakarta, dan harga beras di sana saya jamin sama dengan Jakarta, saya kirim dengan kapal saya. Itu solusinya," tegas Ahok. 
(dnu/mad).