Thursday, June 30, 2016

Basuki akan Ganti Kadis Perumahan dan Gedung Pemda.


Basuki akan Ganti Kadis Perumahan dan Gedung Pemda


www.beritajakarta.com
Reporter : Erna Martiyanti | Editor : Nani Suherni.
Kamis, 30 Juni 2016.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama berencana mengganti Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda, Ika Lestari Aji. Penggantian ini buntut dari sengketa pembelian lahan di Cengkareng Barat tahun 2015.
"Kami akan copot dia (Ika), mungkin besok kali "
"Kami akan copot dia (Ika), mungkin besok kali," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (30/6).
Basuki melihat adanya permainan dalam pembelian lahan Cengkareng Barat ini. Sebab lahan itu sudah tercatat sebagai aset Pemda. Namun terjadi kembali transaksi jual beli. Bahkan ada gratifikasi sekitar Rp 10 miliar yang diberikan kepada Kepala Bidang Pembangunan Perumahan.
"Ibu Ika bilangnya ada kabidnya dapat duit. Bu Ika nya ketakutan duit gimana gitu loh ya kan? Saya sudah marah sejak Januari, saya bilang selidiki," tegasnya.
Basuki mengaku telah melaporkan temuan ini ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim). Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta telah mencatat lahan itu sejak lama. Namun ada warga yang menyatakan memiliki sertifikat, sehingga Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI membeli kembali lahan tersebut.
"Makanya saya bilang, kasus ini, bawa sajalah ke polisi. Kami sudah lapor ke Bareskrim," tandasnya.

Sunday, June 26, 2016

PEMPROV DKI INGIN MENGUASAI SAHAM MAYORITAS PERUSAHAAN SWASTA.


DKI Operasikan Pengolah Beras Berkapasitas 4-5 Ton Per Jam

www.beritajakarta.com

Reporter : Nurito | Editor : Rio Sandiputra
Jumat, 17 Juni 2016

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui PT Food Station Tjipinang, kini memiliki mesin pengolah beras. Mesin asal Vietnam ini setiap jam mampu memproduksi 4-5 ton.
" Dengan hadirnya mesin pengolah beras ini tentu kemajuan yang sangat luar biasa. Kita bisa produksi beras dan memasarkan ke beberapa tempat pemasaran"
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, kehadiran mesin pengolah beras ini sangat bagus dalam meningkatkan kualitas beras. Di era Gubernur Ali Sadikin, pembangunan Pasar Induk Beras Cipinang ini sebenarnya untuk menjaga kestabilan pangan. Namun dalam perjalanannya ternyata kita seperti pedagang saja dan tidak bisa mengendalikan harga.
"Dengan hadirnya mesin pengolah beras ini tentu kemajuan yang sangat luar biasa. Kita bisa produksi beras dan memasarkan ke beberapa tempat pemasaran," kata Basuki usai peresmian mesin pengolahan beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jumat (17/6).
Menurutnya, beras hasil produksi ini sudah dipasarkan ke semua supermarket di Jakarta. Termasuk ke Pulau Seribu dan 153 pasar tradisional. Saat ini Food Station sudah jadi merek yang sangat bagus.
Ia berharap ke depan Food Station ini juga memiliki saham di super market dan hypermarket. Sehingga penetrasi pasar di seluruh Jakarta dapat terjaga. Bahkan untuk lebih jauh lagi, banyak perusahaan, super market, pabrik company bisa saja saham mayoritasnya dikuasai DKI. Terutama untuk perusahaan ritel. Sehingga kelak masyarakat bisa mendapatkan sembako murah.
Sementara, Dirut PT Food Station Tjipinang, Arief Prasetyo Adi mengatakan, mesin pengolah beras ini kapasitas produksinya 4-5 ton per jam. Mesin asal Vietnam ini dibeli pada tahun 2014 dari dana PMP (penyertaan modal pemerintah) sebesar Rp 6,4 miliar.
"Mesin dari Vietnam ini sangat bagus kualitasnya. Pembeliannya lelang tahun 2014 lalu menggunakan dana PMP sebesar Rp 6,4 miliar," tandas Arief.
Namun karena ada penambahan daya listrik maka pihaknya juga membuat penambahan gardu induk baru. Ini untuk penambahan daya dari sekitar 550 KVW menjadi 900 KVA. Anggarannya sekitar Rp 1 miliar. Namun semua pengadannya dilakukan secara transparan.

Jokowi Ingin Pelabuhan, Bandara, Hingga Listrik Dibangun di Natuna.


Jokowi Ingin Pelabuhan, Bandara, Hingga Listrik Dibangun di Natuna

Eduardo Simorangkir - detikfinance.

Jakarta -Kamis lalu (23/06) Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama sejumlah menteri menggelar rapat terbatas di atas KRI Imam Bonjol 383 di tengah perairan Natuna, Kepulauan Riau. Salah satu menteri yang hadir adalah Menteri PPN/Kepala Bappenas, Sofyan Djalil.

"Pak Presiden datang ke sana untuk melihat pembangunan wilayah perbatasan. Karena salah satu program pemerintah adalah percepatan pembangunan wilayah perbatasan. Natuna termasuk," ujar Sofyan, usai rapat tertutup bersama Wakil Presiden, Jusuf Kalla, di Kantor Bappenas, Jakarta, Jumat (24/06/16).

Selain itu, Sofyan mengatakan, Jokowi menanyakan bagaimana perkembangan sistem pertahanan, kawasan laut, dan pengembangan kawasan soal pengembangan energi.

"Misalnya, proyek natuna D Alfa. Dan banyak blok-blok lain yang sudah ditender," katanya.

Jokowi ingin adanya pengembangan di Natuna sebagai wilayah perbatasan. Sehingga nantinya akan dibangun sejumlah prasarana dan sarana infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, hingga listrik.

"Juga infrastrukturnya, listriknya, jalannya, pelabuhan ikan, bandara diperpanjang. Itu semua bagian dari pengembangan wilayah perbatasan. Kemudian menambah lalu lintas transportasi, feri. Karena jauh sekali natuna loh. Dari Pontianak kalau naik kapal sekitar 12 jam. Kalau ke Riau sekitar 2 hari. Jadi jauh sekali," lanjutnya.

Namun ia mengatakan, kebutuhan dana yang akan dianggarkan untuk pembangunan kawasan Natuna ini masih akan dirapatkan lebih lanjut.

"Nanti rapat lagi," pungkasnya.

(wdl/wdl) 






Friday, June 24, 2016

Serahkan Surat Dukungan, Golkar: Benahi Jakarta, Ahok!


Serahkan Surat Dukungan, Golkar: Benahi Jakarta, Ahok!



















Danu Damarjati - detikNews.

Jakarta - Partai Golkar resmi menyerahkan surat dukungannya ke kandidat calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Satu permintaan ke Ahok, benahi Jakarta.

Penyerahan dukungan digelar di Kantor DPD Partai Golkar DKI, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (24/6/2016) pukul 13.00 WIB.


Ahok berdasi kuning disambut oleh elite Golkar, yakni Ketua Umum Setya Novanto, Ketua DPD Golkar Fayakhun Andriadi, Ketua Korbid Polhukam Yorrys Raweyai, dan elite Golkar lain seperti Nusron Wahid, Agun Gunandjar Sudarsa, hingga Agus Gumiwang Kartasasmita. Sekjen Golkar Idrus Marham juga hadir.

"Saya hanya meminta satu, tolong Pak Ahok benahi Kota Jakarta," kata Fayakhun kepada Ahok sambil menyerahkan map berisi surat dukungan.


Puluhan orang dilokasi menyambut dengan tepuk tangan meriah. Ahok mengucapkan terimakasih dan bertekad akan menjalankan amanat dari Golkar dengan sebaik-baiknya.

"Saya ucapkan terima kasih atas nama pribadi dan keluarga. Saya tentu siap melaksanakan tugas semaksimal mungkin dan tidak mengecewakan Partai Golkar," kata Ahok disambut tepuk tangan.

Di akhir acara, Nusron Wahid memimpin doa. Setelah berbicara kepada wartawan sejenak, Ahok langsung kembali lagi menuju kompleks Pemerintah Daerah DKI, di Jalan Medan Merdeka Barat-Jalan Kebon Sirih. 
(dnu/tor).