Tuesday, July 19, 2016

APAKAH HIDUP INI ADIL ? APAKAH TUHAN ADIL ? (BAGIAN 1).


Image result for talenta adalah























Talenta – Anda adalah apa yang anda Berikan.

Sebuah perusahaan otomotif terkenal memasang iklan di surat kabar: You are what you drive. Maksudnya adalah mau mempromosikan bahwa kendaraan yang dijual sangat prestisius dan hanya orang – orang yang berhasil yang mengendarai kendaraan tersebut. Iklan tersebut mau menggambarkan bahwa pemilik kendaraan tersebut adalah orang – orang yang sukses.

Iklan tersebut seolah – olah ingin menyampaikan bahwa hal – hal yang bersifat materiil saja yang menarik, yang membanggakan. Kalau hanya hal – hal yang bersifat materiil saja yang dapat membuat seseorang bangga dan hebat, maka kehidupan ini tampaknya tidak adil.

Mari kita mempromosikan sesuatu yang lain: You Are What You Give. You Are What You Do.  Seseorang akan dihargai berdasarkan apa yang ia berikan kepada orang lain. Seseorang dihargai berdasarkan apa yang dia lakukan bagi orang lain. “Iklan” baru ini tampaknya juga masih kurang menggambarkan “keadilan”, karena sepintas kita dapat melihat bahwa “Kemampuan” seseorang untuk memberikan sesuatu sangat berbeda, ada orang yang mempunyai banyak “Kelebihan” sehingga dapat memberikan lebih banyak dan ada orang yang hanya mempunyai sedikit bahkan tidak mempunyai “Kelebihan” sehingga tidak dapat memberikan sesuatu atau tidak dapat melakukan sesuatu untuk orang lain.

Mari kita baca Matius bab 25, Perumpamaan tentang Talenta: 14 “Sebab hal Kerajaan Surga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. 15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing – masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. 16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. 17 Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. 18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lubang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya……..”


Apakah kehidupan ini masih tampak tidak adil? Atau malah semakin tidak adil, karena ada yang diberi lima, dua dan satu talenta? Kenapa tidak secara merata semua mendapatkan lima talenta? Sebenarnya Tuhan bisa kalau mau memberikan lima talenta kepada semua orang. Tetapi kenapa tidak terjadi demikian? Pernahkah kita berpikir, menghitung, sebenarnya berapa talenta yang kita terima? Atau kita termasuk orang yang sering kali mengeluh bahwa kita hanya menerima satu talenta dan Tuhan seharusnya memberikan lebih kepada kita? Atau seseorang, entah itu bos pemilik perusahaan tempat kita bekerja, atau suami, atau orang lain harus memberikan lebih kepada kita?

Sunday, July 17, 2016

BELAJAR MEMIMPIN BERSAMA TUHAN YESUS (2).


Image result for zakeus pemungut cukai

Sebagai Pemimpin, Yesus mengenal kebutuhan-kebutuhan, sifat-sifat, potensi-potensi dan kemampuan-kemampuan (calon) pengikut-Nya. Perhatikanlah Injil Lukas bab 19 ini: Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. 2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. 3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. 4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu”. 6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. 7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.” 8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”
Zakheus mempunyai kemampuan yang besar, yaitu uangnya, karena ia seorang yang kaya. Dengan kemampuan tersebut, ia mempunyai potensi untuk membantu banyak orang. Zakheus mempunyai sifat yang kurang baik, ia suka memeras orang, dan karenanya ia dibenci orang, dicap sebagai orang berdosa. Walaupun kaya, Zakheus membutuhkan perhatian, membutuhkan maaf dan penerimaan sebagai teman. Orang kaya dapat merasa kesepian di dalam kekayaannya.
Yesus sebenarnya sama sekali tidak membutuhkan Zakheus dan kekayaannya. Sebagai Tuhan yang dapat memperbanyak makanan, tentunya Ia dapat memperbanyak apa saja, termasuk uang. Ia sebenarnya juga tidak membutuhkan kita, tidak membutuhkan Anda dan juga tidak membutuhkan saya. Tetapi Yesus tidak mau bekerja sendiri, Ia tidak mau popoler sendiri, tidak mau ngetop sendiri. Tidak mau menjadi “single fighter”. Ia ingin mengajak semua orang untuk bekerja sama menghadirkan Kerajaan Bapa-Nya, bersama-sama mendatangkan Kerajaan Tuhan. Dia ingin semua orang, kita, termasuk Anda, saya dan Zakheus mempergunakan semua kemampuan kita, bekerja demi kemuliaan Kerajaan-Nya.
Zakheus mempunyai kemampuan untuk membantu banyak orang miskin, tetapi potensi tersebut belum dapat direalisasikan. Ia membutuhkan “sentuhan” agar potensinya dapat dimanfaatkan bagi kemuliaan Kerajaan Tuhan. Yesus mengetahui hal itu, dan bertindak. Yesus memanfaatkan kemampuan Zakheus bukan untuk kepentingan-Nya sendiri. Ia mendorong Zakheus agar menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, agar mendatangkan kebaikan bagi orang lain.
Kalau Yesus ingin melibatkan semua orang agar bekerja demi kemuliaan Kerajaan-Nya, termasuk orang-orang yang berdosa, apakah kita juga ingin mengajak semua umat untuk mempergunakan semua talenta mereka demi kemuliaan Kerajaan Tuhan? Apakah kita mau mengenal semua umat yang ada di lingkungan, wilayah maupun paroki kita, mengenal kemampuan-kemampuan dan potensi-potensi mereka, dan melibatkan mereka dalam karya penyelamatan? Pastilah ada begitu banyak talenta di paroki ini, yang jauh lebih berharga dari hanya sekedar uang saja. Kita hanya perlu mencari dan memberi “sentuhan” saja.



Saturday, July 16, 2016

BELAJAR MEMIMPIN BERSAMA TUHAN YESUS (1).




Matius bab 14: 14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. 15 Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” 16 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.”
 Murid-murid sudah pernah melihat Yesus mengajar dan menyembuhkan orang sakit. Mungkin mereka pernah mendengar cerita, bahwa Yesus pernah mengubah air menjadi anggur, tetapi mereka belum pernah melihat Yesus memberi makan kepada banyak orang. Maka, demi praktisnya dan amannya, lebih baik orang yang banyak itu disuruh pergi, karena murid-murid tidak dapat mengatasi masalah di atas. Tetapi Yesus mempergunakan kesempatan tersebut untuk memberikan pelatihan kepemimpinan kepada murid-murid, Ia malah menyuruh murid-murid untuk memberi mereka makan.

Yesus tahu bahwa murid-murid tidak dapat memberi mereka makan. Ia dapat langsung saja memperbanyak roti tanpa menyuruh murid-murid melakukan sesuatu yang memang tidak dapat dilaksanakan, tetapi Ia ingin mengajarkan sesuatu kepada murid-murid dan kita. Ia ingin mengajarkan bahwa setiap pemimpin haruslah mengenal kebutuhan-kebutuhan pengikutnya dan berusaha membantu mereka memenuhi kebutuhan tersebut. Tidak lari dan menghindar karena belum menemukan jalan keluar atau belum mengetahui cara untuk mengatasi masalah yang dihadapi.