
Matius bab 14: 14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. 15 Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” 16 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.”
Murid-murid
sudah pernah melihat Yesus mengajar dan menyembuhkan orang sakit. Mungkin
mereka pernah mendengar cerita, bahwa Yesus pernah mengubah air menjadi anggur,
tetapi mereka belum pernah melihat Yesus memberi makan kepada banyak orang. Maka,
demi praktisnya dan amannya, lebih baik orang yang banyak itu disuruh pergi,
karena murid-murid tidak dapat mengatasi masalah di atas. Tetapi Yesus
mempergunakan kesempatan tersebut untuk memberikan pelatihan
kepemimpinan kepada murid-murid,
Ia malah menyuruh murid-murid untuk memberi mereka makan.
Yesus tahu bahwa murid-murid tidak dapat memberi
mereka makan. Ia dapat langsung saja memperbanyak roti tanpa menyuruh
murid-murid melakukan sesuatu yang memang tidak dapat dilaksanakan, tetapi Ia
ingin mengajarkan sesuatu kepada murid-murid dan kita. Ia ingin
mengajarkan bahwa setiap pemimpin haruslah mengenal kebutuhan-kebutuhan
pengikutnya dan berusaha membantu mereka memenuhi kebutuhan tersebut. Tidak lari dan menghindar karena belum menemukan
jalan keluar atau belum mengetahui cara untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
No comments:
Post a Comment