Sebagai Pemimpin, Yesus mengenal
kebutuhan-kebutuhan, sifat-sifat, potensi-potensi dan kemampuan-kemampuan
(calon) pengikut-Nya. Perhatikanlah Injil Lukas bab 19 ini: Yesus masuk ke kota
Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. 2 Di situ ada seorang
bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. 3
Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil
karena orang banyak, sebab badannya pendek. 4 Maka berlarilah ia
mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan
lewat di situ.
5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke
atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang
di rumahmu”. 6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan
sukacita. 7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu
bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.” 8
Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku
akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari
seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”
Zakheus mempunyai kemampuan
yang besar, yaitu uangnya, karena ia seorang yang kaya. Dengan kemampuan
tersebut, ia mempunyai potensi
untuk membantu banyak orang. Zakheus mempunyai sifat
yang kurang baik, ia suka memeras orang, dan karenanya ia dibenci orang, dicap
sebagai orang berdosa. Walaupun kaya, Zakheus membutuhkan
perhatian, membutuhkan maaf dan penerimaan sebagai teman. Orang kaya dapat
merasa kesepian di dalam kekayaannya.
Yesus sebenarnya sama sekali tidak membutuhkan
Zakheus dan kekayaannya. Sebagai Tuhan yang dapat memperbanyak makanan,
tentunya Ia dapat memperbanyak apa saja, termasuk uang. Ia sebenarnya juga
tidak membutuhkan kita, tidak membutuhkan Anda dan juga tidak membutuhkan saya.
Tetapi Yesus tidak mau bekerja sendiri, Ia tidak mau popoler sendiri, tidak mau
ngetop sendiri. Tidak mau menjadi “single fighter”. Ia ingin mengajak semua
orang untuk bekerja sama menghadirkan Kerajaan Bapa-Nya, bersama-sama
mendatangkan Kerajaan Tuhan. Dia ingin semua orang, kita, termasuk Anda, saya
dan Zakheus mempergunakan semua kemampuan kita, bekerja demi kemuliaan
Kerajaan-Nya.
Zakheus mempunyai kemampuan untuk membantu banyak
orang miskin, tetapi potensi tersebut belum dapat direalisasikan. Ia
membutuhkan “sentuhan” agar potensinya dapat dimanfaatkan bagi kemuliaan
Kerajaan Tuhan. Yesus mengetahui hal itu, dan bertindak.
Yesus memanfaatkan kemampuan Zakheus bukan untuk kepentingan-Nya sendiri. Ia
mendorong Zakheus agar menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, agar
mendatangkan kebaikan bagi orang lain.
Kalau
Yesus ingin melibatkan semua orang agar bekerja demi kemuliaan Kerajaan-Nya,
termasuk orang-orang yang berdosa, apakah kita juga ingin mengajak semua umat
untuk mempergunakan semua talenta mereka
demi kemuliaan Kerajaan Tuhan? Apakah kita mau mengenal semua umat yang ada di
lingkungan, wilayah maupun paroki kita, mengenal kemampuan-kemampuan dan
potensi-potensi mereka, dan melibatkan mereka dalam karya penyelamatan?
Pastilah ada begitu banyak talenta di paroki ini, yang jauh lebih berharga dari
hanya sekedar uang saja. Kita hanya perlu mencari dan memberi “sentuhan” saja.
No comments:
Post a Comment