Sunday, July 17, 2016

BELAJAR MEMIMPIN BERSAMA TUHAN YESUS (2).


Image result for zakeus pemungut cukai

Sebagai Pemimpin, Yesus mengenal kebutuhan-kebutuhan, sifat-sifat, potensi-potensi dan kemampuan-kemampuan (calon) pengikut-Nya. Perhatikanlah Injil Lukas bab 19 ini: Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. 2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. 3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. 4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu”. 6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. 7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.” 8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”
Zakheus mempunyai kemampuan yang besar, yaitu uangnya, karena ia seorang yang kaya. Dengan kemampuan tersebut, ia mempunyai potensi untuk membantu banyak orang. Zakheus mempunyai sifat yang kurang baik, ia suka memeras orang, dan karenanya ia dibenci orang, dicap sebagai orang berdosa. Walaupun kaya, Zakheus membutuhkan perhatian, membutuhkan maaf dan penerimaan sebagai teman. Orang kaya dapat merasa kesepian di dalam kekayaannya.
Yesus sebenarnya sama sekali tidak membutuhkan Zakheus dan kekayaannya. Sebagai Tuhan yang dapat memperbanyak makanan, tentunya Ia dapat memperbanyak apa saja, termasuk uang. Ia sebenarnya juga tidak membutuhkan kita, tidak membutuhkan Anda dan juga tidak membutuhkan saya. Tetapi Yesus tidak mau bekerja sendiri, Ia tidak mau popoler sendiri, tidak mau ngetop sendiri. Tidak mau menjadi “single fighter”. Ia ingin mengajak semua orang untuk bekerja sama menghadirkan Kerajaan Bapa-Nya, bersama-sama mendatangkan Kerajaan Tuhan. Dia ingin semua orang, kita, termasuk Anda, saya dan Zakheus mempergunakan semua kemampuan kita, bekerja demi kemuliaan Kerajaan-Nya.
Zakheus mempunyai kemampuan untuk membantu banyak orang miskin, tetapi potensi tersebut belum dapat direalisasikan. Ia membutuhkan “sentuhan” agar potensinya dapat dimanfaatkan bagi kemuliaan Kerajaan Tuhan. Yesus mengetahui hal itu, dan bertindak. Yesus memanfaatkan kemampuan Zakheus bukan untuk kepentingan-Nya sendiri. Ia mendorong Zakheus agar menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, agar mendatangkan kebaikan bagi orang lain.
Kalau Yesus ingin melibatkan semua orang agar bekerja demi kemuliaan Kerajaan-Nya, termasuk orang-orang yang berdosa, apakah kita juga ingin mengajak semua umat untuk mempergunakan semua talenta mereka demi kemuliaan Kerajaan Tuhan? Apakah kita mau mengenal semua umat yang ada di lingkungan, wilayah maupun paroki kita, mengenal kemampuan-kemampuan dan potensi-potensi mereka, dan melibatkan mereka dalam karya penyelamatan? Pastilah ada begitu banyak talenta di paroki ini, yang jauh lebih berharga dari hanya sekedar uang saja. Kita hanya perlu mencari dan memberi “sentuhan” saja.



No comments:

Post a Comment